MTPC's PhotoBlog

See, Shutter, and Share …

Your Camera Doesn’t Matter

with 16 comments


Mohon maap sebelumya kl saya upload ‘stok-stok lama’ foto saya. Saya menulis ini hanya sekedar berbagi cerita dan semoga ini bisa menjadi isnpirasi buat siapa saja yang akan memulai atau telah memulai perjalanan sebagai seorang yg antusias dengan foto dan fotografi.

Sama dengan rekan-rekan sekalian yang berangkat bukan dari seorang yang menyukai foto apalagi berpikir mampu membeli kamera dengan harga yang mahal, saya pun berangkat dari sebuah kamera prosummer (kamera poket berlensa zoom/range lebar). karena dana terbatas, jatuhlah pilihan saya pada kamera Poweshot S2 IS. Tak ada niatan sama sekali membeli selain untuk ‘narsis’ (saat itu masih suka main friendster) dan dokumentasi jalan-jalan saja.

Dimulailah perjalanan saya di Bali yg indah dan menarik ini.
Tak ada pengetahuan yang pasti selain bertanya dan coba-coba. Tak ada kata tajam, bokeh, metering, aperture, wide, tele bahkan settingpun saya lakukan seluruhnya manual dengan coba-coba.
Ingat saya, 300 jepretan lebih , mungkin hanya 1 yang bagus.. bahkan sering sekali tak ada yang bagus (semua ini menurut selera saya).. timbul rasa malu dan canggung, lebih-lebih melihat gear/kamera saya yang kecil dan ‘cupu’, apalagi dahulu ada sesepuh disini yang sudah masuk ke dunia dSLR dan memiliki jam terbang yang tinggi.

Seperti artikel yg Febri hadinata pernah bahas, terbersit kata “.. tapi apabila dipikir lebih lanjut buat apa kita malu dengan hasil karya jepretan sndiri?! “. Diawali oleh sesepuh mitrais juga, akhirnya saya beranikan menyetor hasil-hasilnya di *bukan promosi yah* flickr (www.flickr.com) Dan lambat laun saya ‘belajar’ disana. Yang mau saya share adalah agar temen-temen sekalian jangan pernah minder atau bahkan ga pede dengan ‘gear’ yang ‘seadanya’. Krn photography bukan tentang gear, gear hanya suatu fasilitas (mmg ada bbrapa hal yang dibatasi oleh gear) tapi tak ada yang membatasi kreativitas dan imajinasi kita.

Justru banyak kemampuan dari kamera prosummer ini dibanding (bahkan) dengan SLR yang saya gunakan saat ini. Simple dan cepat serta memiliki banyak fungsi (all in one) adalah fitur yang saya sukai dari kamera poket dan prosummer (tapi yang ada model Av, Sp dan Manual ya). Memang banyak batasan juga (SLR juga banyak batasannya, terutama dana). Dari foto landscape, human interest, action sampai macro, semua bisa dilibas dengan satu alat saja. bahkan ada hasilnya yg sudah tembus kompetisi nasional, (dicuri) masuk majalah dan bbrp web kenamaan :p (dirahasiakan)

So buat temen2, jangan malu atau canggung untuk berbagi di forum ini. Ini bukan ajang bagus jelek, salah benar, tapi ini ajang saling belajar dan mencoba memahami sisi lain yang mungkin kita tidak pernah pikirkan/inspirasikan sebelumnya. Tidak ada kamera yang lebih bagus seperti kamera yang kita punya dan kita BAWA saat ada kejadian. tajem ga tajem, mahal ga mahal, gaya nggak gaya yang penting jepret aja!😀

Akhir kata, mengutip lagi artikel yg dikirim sodara febry, “untuk menjadi sebuah kupu-kupu yang cantik, bukankah dia harus melewati proses dari Ulat yang buruk rupa?!” Keep jepret!!

Written by myudistira

February 18, 2010 at 1:46 pm

16 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. waa bagus om membuat semangat bagi yang masih belajar fotografi seperti saya… memang kamera prosumer cocok bagi siapa aja yg mau mulai belajar fotografi, lebih2 jaman sekarng prosumer sudah semakin canggih.. yang penting disini adalah penguasaan kamera itu sendiri ya..
    thanks pa atas postingannya..

    cendol sent…

    rido

    February 18, 2010 at 2:02 pm

    • iya do… enakan pake prosummer, dari apa2nya juga enak, apalagi skr ada yg udah 24mm sampe 700an mm. Kendala cuma sensor (ISO tingginya noise-an) aja masalahnya. semoga ada produsen yg mau masukan sensor SLR ke prosummer trus lensanya kaya punya fuji bisa 30x optical zoom. Ta’jual dah semua!!

      myudistira

      February 18, 2010 at 2:05 pm

      • Yang bikin mahal bukan sensornya yah? Kalo prosumer dikasi sensor SLR bakal jadi sama-sama mahal dong😛

        Fajar Nurdiansyah

        February 18, 2010 at 2:38 pm

      • @Fajar : mahal mas… secara kawin silang tumbuhan aja mahal, apalagi kamera :hammer:

        Febry Hadinata

        February 18, 2010 at 2:53 pm

  2. kayak pernah liat nama seseorang di atas sana😀

    btw, nice artikel mas Yudis … Setuju dengan semua yang anda tulis disana, Seorang dengan jiwa photographer sejati bisa memotret tanpa kamera sekalipun, kamera adalah sebuah alat, selanjutnya imajinasi dan otak kitalah yang berperan untuk mengabadikan sebuah moment…

    Photo jadulnya mantab2.. ga salah menang lomba😀 …
    :shakehand:

    Febry Hadinata

    February 18, 2010 at 2:51 pm

    • iya feb, jadi urungkan saja niatmu beli lensa yang mahal2… itu hanyalah alat… tapi harga mmg ga pernah boong. maksudnya kl beli, dompet jadi bolong… bantu ngiler aja dah… wkwkwkw…

      myudistira

      February 18, 2010 at 4:04 pm

      • ane aja cman pake 10-22mm gan T_T enak ya pake prosumer bisa 28-700 wow

        rido

        February 18, 2010 at 4:27 pm

  3. hmmm menurut saya sih, ibaratnya…

    kemampuan seorang pelari ga diukur dari sepatunya. tapi sepatu lari yang bagus bisa memaksimalkan potensi si pelari.

    gitu deh, maap2 aja kalo ga nyambung. haha…

    gia

    February 18, 2010 at 10:26 pm

    • huehehehe, sip.. benar sekali. jadi teruslah berlari, sapa tau ada orang yang mau membelikan kita sepatu yang lebih baik supaya bisa berlari lebih kencang…
      thanks udah mampir

      myudistira

      February 19, 2010 at 11:54 am

  4. wedew, ini hasil kamera prosumer ya, mantaps – jadi pingin balik pake prosumer – SLR mahal soalnya T_T.
    bisa dijelasin setting2nya pak yudis, maklum saya pemula pingin belajar setting foto dan cara ambil foto yang benar

    salam,
    MTPC241

    adee

    February 20, 2010 at 1:50 am

    • settingnya apa yah.. ga ngerti juga, kan pake manual terus, jadi sistem try and error gt. lagian enakya pake punya canon ini, what you see is what you get…
      lebih ribet mikir komposisi dan angle sih sebenernya😀

      myudistira

      February 22, 2010 at 9:58 am

  5. Ya sudah, beli prosumer ae, lensa panjangnya d hibahkan ke saya juga bole😀.

    Nice artikel !!. Terutama buat seperti saya yang baru di photography.

    ronyherdiyanto

    February 20, 2010 at 3:01 pm

    • sabar gan, kl prosumer udah pake sensor SLR (ukurannya gede dan noise rendah di ISO tinggi) saya akan pindah ke prosummer. Tapi kayanya hampir mustahil… tapi siapa tahu😀

      myudistira

      March 2, 2010 at 9:07 am

  6. Tetap pengen beli kamera yang agak bagusan…😦
    Kalau mau balik ke prosumer, kamera yang bagusannya buat saya ajaaaa..😀

    MTPC390

    kunderemp

    February 22, 2010 at 4:34 pm

    • hahaha… iya ni, udah pada kenyang icip2 kamera + lensa bagus ya😛

      gia

      February 22, 2010 at 10:36 pm

      • blom kenyang sih tapi pernah coba2 beberapa dan ribetnya yg bikin males. Besar, banyak dan mahal…hasil mmg ga bohong sih😀
        thanks dah masuk and ninggalin jejak di sini🙂

        myudistira

        March 2, 2010 at 9:09 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: