Archive for the ‘Culture’ Category
Akari kaGO!

Religion is a candle inside a multicolored lantern. Everyone looks through a particular color, but the candle is always there.
Mohammed Naguib
- Manual exposure, 1/800 sec, f/2.2, ISO 1000
- 5Dmkii + 50mm f/1.8
- lightphotoshoping
- fullexif
*Akari kago 灯籠 means lantern
Upacara Tanpa Ujung
Rookie ingin coba-coba posting dengan kamera sakunya..mohon bimbingannya
Camera Model : Canon IXUS 95IS, Focal Length : 6.2 mm, F-Number : f/8, Exposure time : 1/250 sec, Metering mode : Pattern, Exposure Compensation : 0 Step
Bull Race : Makepung

exif data:
EOS 40D + Tamron 28-75mm
f/5.6 @1/1250 s
ISO : 200
Lokasi : Jembrana, Bali
Hanoman Obong
Mau ikut setor hasil hunting kemaren… 21-02-2010, Hanoman Obong – Uluwatu.
Hanoman lebih banyak menendang api ke bagian belakang/arah pintu masuk pemain dan bagian sisi kanan penonton, yang duduk di tengah hanya kebagian punggungnya saja. >.<
Saat sang raja Rahwana di elu-elukan rakyatnya, dan akan segera dihabisi oleh (sniper) Rama (berbaju hijau di sebelah kanan).
Lagi-lagi kebagian punggung, yang ini sich karena telat shoot aja.. ^^ ..
Moment saat hanoman bangkit, mencoba melepaskan diri dari kepungan api.
EXIF :
Nikon D3000
exposure time : 1/100
ISO : 400
lensa : Nikkor 35-70mm (manual)
edited in : Adobe Photoshop cs4
Mohon bimbingan dari semuanya…
Desa Adat Tenganan
Memenuhi aturan main MTPC, berikut hasil hunting bareng MTPC ke Tenganan – Karangasem.
Mohon kritik dan sarannya..
Exif data:
camera: Canon EOS 7D
F-stop: f/3.5
Exposure time: 1/40
ISO: 100
Focal length: 35mm
Editing tools: ACDC Pro 2
camera: Canon EOS 7D
F-stop: f/5.6
Exposure time: 1/8
ISO: 100
Focal length: 62mm
Editing tools: ACDC Pro 2
Your Camera Doesn’t Matter
Mohon maap sebelumya kl saya upload ‘stok-stok lama’ foto saya. Saya menulis ini hanya sekedar berbagi cerita dan semoga ini bisa menjadi isnpirasi buat siapa saja yang akan memulai atau telah memulai perjalanan sebagai seorang yg antusias dengan foto dan fotografi.
Sama dengan rekan-rekan sekalian yang berangkat bukan dari seorang yang menyukai foto apalagi berpikir mampu membeli kamera dengan harga yang mahal, saya pun berangkat dari sebuah kamera prosummer (kamera poket berlensa zoom/range lebar). karena dana terbatas, jatuhlah pilihan saya pada kamera Poweshot S2 IS. Tak ada niatan sama sekali membeli selain untuk ‘narsis’ (saat itu masih suka main friendster) dan dokumentasi jalan-jalan saja.
Dimulailah perjalanan saya di Bali yg indah dan menarik ini.
Tak ada pengetahuan yang pasti selain bertanya dan coba-coba. Tak ada kata tajam, bokeh, metering, aperture, wide, tele bahkan settingpun saya lakukan seluruhnya manual dengan coba-coba.
Ingat saya, 300 jepretan lebih , mungkin hanya 1 yang bagus.. bahkan sering sekali tak ada yang bagus (semua ini menurut selera saya).. timbul rasa malu dan canggung, lebih-lebih melihat gear/kamera saya yang kecil dan ‘cupu’, apalagi dahulu ada sesepuh disini yang sudah masuk ke dunia dSLR dan memiliki jam terbang yang tinggi.
Seperti artikel yg Febri hadinata pernah bahas, terbersit kata “.. tapi apabila dipikir lebih lanjut buat apa kita malu dengan hasil karya jepretan sndiri?! “. Diawali oleh sesepuh mitrais juga, akhirnya saya beranikan menyetor hasil-hasilnya di *bukan promosi yah* flickr (www.flickr.com) Dan lambat laun saya ‘belajar’ disana. Yang mau saya share adalah agar temen-temen sekalian jangan pernah minder atau bahkan ga pede dengan ‘gear’ yang ‘seadanya’. Krn photography bukan tentang gear, gear hanya suatu fasilitas (mmg ada bbrapa hal yang dibatasi oleh gear) tapi tak ada yang membatasi kreativitas dan imajinasi kita.
Justru banyak kemampuan dari kamera prosummer ini dibanding (bahkan) dengan SLR yang saya gunakan saat ini. Simple dan cepat serta memiliki banyak fungsi (all in one) adalah fitur yang saya sukai dari kamera poket dan prosummer (tapi yang ada model Av, Sp dan Manual ya). Memang banyak batasan juga (SLR juga banyak batasannya, terutama dana). Dari foto landscape, human interest, action sampai macro, semua bisa dilibas dengan satu alat saja. bahkan ada hasilnya yg sudah tembus kompetisi nasional, (dicuri) masuk majalah dan bbrp web kenamaan :p (dirahasiakan)
So buat temen2, jangan malu atau canggung untuk berbagi di forum ini. Ini bukan ajang bagus jelek, salah benar, tapi ini ajang saling belajar dan mencoba memahami sisi lain yang mungkin kita tidak pernah pikirkan/inspirasikan sebelumnya. Tidak ada kamera yang lebih bagus seperti kamera yang kita punya dan kita BAWA saat ada kejadian. tajem ga tajem, mahal ga mahal, gaya nggak gaya yang penting jepret aja!
Akhir kata, mengutip lagi artikel yg dikirim sodara febry, “untuk menjadi sebuah kupu-kupu yang cantik, bukankah dia harus melewati proses dari Ulat yang buruk rupa?!” Keep jepret!!









