MTPC's PhotoBlog

See, Shutter, and Share …

Archive for the ‘Culture’ Category

Akari kaGO!

with 8 comments

Religion is a candle inside a multicolored lantern. Everyone looks through a particular color, but the candle is always there.
Mohammed Naguib

  • Manual exposure, 1/800 sec, f/2.2, ISO 1000
  • 5Dmkii + 50mm f/1.8
  • lightphotoshoping
  • fullexif

*Akari kago 灯籠 means lantern

Written by Febry Hadinata

August 20, 2010 at 11:08 am

Upacara Tanpa Ujung

with 3 comments

Rookie ingin coba-coba posting dengan kamera sakunya..mohon bimbingannya :)

upacara di Ubud

upacara di Ubud

Camera Model : Canon IXUS 95IS, Focal Length : 6.2 mm, F-Number : f/8, Exposure time : 1/250 sec, Metering mode : Pattern, Exposure Compensation : 0 Step

Written by bydt

April 15, 2010 at 6:21 pm

Posted in Culture

Tagged with , , , ,

Bull Race : Makepung

with 12 comments

exif data:
EOS 40D + Tamron 28-75mm

f/5.6 @1/1250 s

ISO : 200

Lokasi : Jembrana, Bali

Written by Rido Zaen

March 2, 2010 at 9:27 am

Posted in Culture

Hanoman Obong

with 5 comments

Mau ikut setor hasil hunting kemaren… 21-02-2010, Hanoman Obong – Uluwatu.

Hanoman ngamuk

Hanoman Ngamuk

Hanoman lebih banyak menendang api ke bagian belakang/arah pintu masuk pemain dan bagian sisi kanan penonton, yang duduk di tengah hanya kebagian punggungnya saja. >.<

Sang Raja

Sang Raja

Saat sang raja Rahwana di elu-elukan rakyatnya, dan akan segera dihabisi oleh (sniper) Rama (berbaju hijau di sebelah kanan).

Hanoman Bangkit

Hanoman Bangkit

Lagi-lagi kebagian punggung, yang ini sich karena telat shoot aja.. ^^ ..

Moment saat hanoman bangkit, mencoba melepaskan diri dari kepungan api.

EXIF :

Nikon D3000

exposure time : 1/100

ISO : 400

lensa : Nikkor 35-70mm (manual)

edited in : Adobe Photoshop cs4

Mohon bimbingan dari semuanya… :)

Written by kartamihardja

February 25, 2010 at 1:34 am

Posted in Culture

Desa Adat Tenganan

with 6 comments

Memenuhi aturan main MTPC, berikut hasil hunting bareng MTPC ke Tenganan – Karangasem.

Mohon kritik dan sarannya.. :)

 

Mengunjungi Teman

Mengunjungi Teman

Exif data:

camera: Canon EOS 7D

F-stop: f/3.5

Exposure time: 1/40

ISO: 100

Focal length: 35mm

Editing tools: ACDC Pro 2

Menyiapkan Sesajen

Menyiapkan Sesajen

 Exif data:

camera: Canon EOS 7D

F-stop: f/5.6

Exposure time: 1/8

ISO: 100

Focal length: 62mm

Editing tools: ACDC Pro 2

Written by aanegoro

February 22, 2010 at 8:13 pm

Posted in Culture, Human Interest

Your Camera Doesn’t Matter

with 16 comments

Mohon maap sebelumya kl saya upload ‘stok-stok lama’ foto saya. Saya menulis ini hanya sekedar berbagi cerita dan semoga ini bisa menjadi isnpirasi buat siapa saja yang akan memulai atau telah memulai perjalanan sebagai seorang yg antusias dengan foto dan fotografi.

Sama dengan rekan-rekan sekalian yang berangkat bukan dari seorang yang menyukai foto apalagi berpikir mampu membeli kamera dengan harga yang mahal, saya pun berangkat dari sebuah kamera prosummer (kamera poket berlensa zoom/range lebar). karena dana terbatas, jatuhlah pilihan saya pada kamera Poweshot S2 IS. Tak ada niatan sama sekali membeli selain untuk ‘narsis’ (saat itu masih suka main friendster) dan dokumentasi jalan-jalan saja.

Dimulailah perjalanan saya di Bali yg indah dan menarik ini.
Tak ada pengetahuan yang pasti selain bertanya dan coba-coba. Tak ada kata tajam, bokeh, metering, aperture, wide, tele bahkan settingpun saya lakukan seluruhnya manual dengan coba-coba.
Ingat saya, 300 jepretan lebih , mungkin hanya 1 yang bagus.. bahkan sering sekali tak ada yang bagus (semua ini menurut selera saya).. timbul rasa malu dan canggung, lebih-lebih melihat gear/kamera saya yang kecil dan ‘cupu’, apalagi dahulu ada sesepuh disini yang sudah masuk ke dunia dSLR dan memiliki jam terbang yang tinggi.

Seperti artikel yg Febri hadinata pernah bahas, terbersit kata “.. tapi apabila dipikir lebih lanjut buat apa kita malu dengan hasil karya jepretan sndiri?! “. Diawali oleh sesepuh mitrais juga, akhirnya saya beranikan menyetor hasil-hasilnya di *bukan promosi yah* flickr (www.flickr.com) Dan lambat laun saya ‘belajar’ disana. Yang mau saya share adalah agar temen-temen sekalian jangan pernah minder atau bahkan ga pede dengan ‘gear’ yang ‘seadanya’. Krn photography bukan tentang gear, gear hanya suatu fasilitas (mmg ada bbrapa hal yang dibatasi oleh gear) tapi tak ada yang membatasi kreativitas dan imajinasi kita.

Justru banyak kemampuan dari kamera prosummer ini dibanding (bahkan) dengan SLR yang saya gunakan saat ini. Simple dan cepat serta memiliki banyak fungsi (all in one) adalah fitur yang saya sukai dari kamera poket dan prosummer (tapi yang ada model Av, Sp dan Manual ya). Memang banyak batasan juga (SLR juga banyak batasannya, terutama dana). Dari foto landscape, human interest, action sampai macro, semua bisa dilibas dengan satu alat saja. bahkan ada hasilnya yg sudah tembus kompetisi nasional, (dicuri) masuk majalah dan bbrp web kenamaan :p (dirahasiakan)

So buat temen2, jangan malu atau canggung untuk berbagi di forum ini. Ini bukan ajang bagus jelek, salah benar, tapi ini ajang saling belajar dan mencoba memahami sisi lain yang mungkin kita tidak pernah pikirkan/inspirasikan sebelumnya. Tidak ada kamera yang lebih bagus seperti kamera yang kita punya dan kita BAWA saat ada kejadian. tajem ga tajem, mahal ga mahal, gaya nggak gaya yang penting jepret aja! :D

Akhir kata, mengutip lagi artikel yg dikirim sodara febry, “untuk menjadi sebuah kupu-kupu yang cantik, bukankah dia harus melewati proses dari Ulat yang buruk rupa?!” Keep jepret!!

Written by myudistira

February 18, 2010 at 1:46 pm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.